Eksplorasi energi nuklir selalu menjadi kontroversi akhir-akhir ini. Seperti yang anda ketahui, energi nuklir bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, dapat digunakan untuk kesejahteraan manusia. Namun, di sisi lain energi nuklir dapat menjadi sesuatu yang dapat menghancurkan umat manusia. Ya, krisis energi yang melanda dunia semenjak pertengahan abad 20 merupakan salah satu alasan mengapa beberapa negara melakukan pengeksplorasian energi nuklir. Anehnya, rencana eksplorasi energi nuklir yang tadinya untuk pemenuhan kebutuhan energi ini tercemar dengan adanya isu-isu negatif dibaliknya. Isu-isu negatif inilah yang sekarang sedang berkembang di dunia. Nah, bagaimana UN menanggapinya?
Mr. Ban Ki Moon, pasti di benak anda masih teringat akan peristiwa Hiroshima-Nagasaki 65 tahun silam kan? Pada peristiwa itu, Jepang dijatuhi bom atom yang berisi nuklir oleh Amerika Serikat. Akibat peristiwa tersebut tidak hanya kerugian materil yang dirasakan oleh Jepang tetapi juga kerugian imateril yang dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia ini. Kita sebut saja kerugian imateril itu adalah trauma mendalam yang muncul dari pemakaian energi nuklir yang disalahgunakan. Trauma itu pula yang sedang dirasakan oleh kita akhir-akhir ini. Namun, trauma itu juga yang dapat memicu perang senjata antar beberapa negara di dunia. Well, mengapa saya dapat berkata sejauh itu?
Isu-isu yang sedang berkembang sekarang ini adalah beberapa negara, seperti Iran dan Korea Utara sedang melakukan eksplorasi nuklir besar-besaran. Mereka (Iran dan Korea Utara) mengatakan eksplorasi nuklir yang mereka lakukan adalah solusi dari krisis energi yang melanda negara mereka. Namun, Beberapa negara-negara di dunia, ya kita sebut saja Amerika dan kawan-kawannya, mengklaim bahwa di balik rencana Iran dan Korea Utara untuk menutupi krisis energi yang ada, dua negara itu juga memperkuat teknologi persenjataan mereka. Beberapa bukti menunjukan dua negara tersebut mengumpulkan serta mengeksplor uranium yang mereka punya yang dapat digunakan untuk membuat energi nuklir.
Entah siapa yang benar maupun siapa yang salah, yang jelas isu tersebut membuat negara-negara tetangga dua negara tersebut menjadi waspada. Korea Selatan sebagai contohnya, negara yang terletak di sebelah selatan Korea Utara ini, memang sudah lama terlibat perang dingin dengan Korea Utara. Parahnya lagi, akibat isu pengeksplorasian energi nuklir untuk persenjataan tersebut, ada berita yang melaporkan bahwa Korea Selatan terpicu melakukan hal yang sama atas dasar untuk melindungi negaranya dari serangan mendadak negara tetangganya (Korea Utara). Now, kalau sudah begini bagaimana? Siapa yang harus bertanggung jawab?
Ya, United Nation sebagai lembaga yang menaungi semua negara di dunia serta tentu saja yang bersifat netral saya mohon untuk segera menyelesaikan serta meluruskan semua isu yang sedang berkembang. Harapan saya adalah agar dunia ini tetap dalam damai dan masalah krisis energi pun dapat terselesaikan dengan baik. Kalau boleh saran, International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai badan energi atom dunia di bawah naungan PBB bisa lebih selektif dan 'membuka mata' terhadap negara-negara yang mempunyai wacana untuk mengeksplorasi energi nuklir.
No comments:
Post a Comment